http://trikkuampuh.blogspot.com/. Contoh laman HTML
SELAMAT DATANG DI BLOG KAMI "NIKI TRIK KULO"

Membuat CDI untuk Motor Bensin




Membuat Sendiri CDI Murah
Selama bertahun-tahun sistem pengapian CDI (Capasitor Discharge Ignition) menjadi misteri dalam dunia elektronika otomotif, jika pun ada yang mampu membuatnya, itu hanya replika atau rangkaian yang mendekati. CDI selain misteri dalam rangkaian juga misteri dalam komponen, karena untuk beberapa jenis komponen yang ada dalam built-in CDI pabrikan tidak tersedia dipasaran. Mungkinkah nomor seri komponen diubah oleh pabrikan atau memang pabrikan memiliki blue-print sendiri mengenai komponen dengan nomor seri tertentu? Entahlah, yang jelas sampai hari ini pun masih banyak perusahaan otomotif yang menyembunyikan cetak biru dari komponen CDI. Terlepas dari kontroversi tentang CDI pabrikan, pada kesempatan kali ini penulis akan berbagi tips dan trik cara membuat sendiri CDI untuk motor bensin berkapasitas kecil. Rangkaian ini telah di coba di lab pribadi dan sampai hari ini masih diujicoba tanpa menemukan kendala berarti. Modul CDI yang akan kita buat, penulis adopsi dari situs siliconchip yang dibuat oleh John Clarke.
Sebelum panjang lebar membahas tentang Modul CDI ini mungkin ada yang bertanya, berapa harga yang dihabiskan untuk membuat Modul CDI ini? Jangan kaget, dengan kualitas rangkaian dan komponen yang hampir sama dengan versi original, kita hanya mengeluarkan dana sebesar kurang dari Rp. 50.000,-, bandingkan dengan Modul CDI original pabrikan yang dibandrol hampir Rp. 500.000,-. Perbedaan harga inilah yang kadang kita pertanyakan dan membuat kita terheran-heran, bahkan logika kita saja kadang tidak bisa membenarkan harga yang dibanderol untuk Modul CDI pabrikan.
CDI merupakan perbaikan besar dalam sistem pengapian magnet. Modul CDI selain mampu memberikan kualitas percikan yang stabil juga mampu menjaga titik poin yang tepat, tahan lama, bebas perawatan, tidak diperlukan penggantian periodik, dan bebas penyetelan.
Salah satu kelemahan CDI adalah bahwa Modul CDI ini tidak bisa bertahan selama-lamanya, mungkin saja gagal bekerja ditengah perjalanan. Kegagalan fungsi mungkin saja berasal kumparan pembangkit (generator coil), koil pengapian (ignition coil), atau mungkin saja dari modul CDI itu sendiri. Dan jika itu terjadi berarti kita harus mempersiapkan dana penggantian yang tidaklah murah.
Modul CDI yang akan dijelaskan dapat digunakan sebagai unit pengganti modul CDI asli pabrikan yang sudah tidak mampu bekerja dengan baik. Modul CDI ini berpadu selaras dengan generator AC yang kemudian memicu koil untuk memberikan tegangan tinggi dan akhirnya memercikan bunga api melalui busi untuk membakar campuran udara dan bahan bakar yang telah terkompresi pada ruang bakar. Sebagian besar sistem pengapian CDI bekerja dengan cara kerja yang sama namun mungkin saja terdapat variasi dalam desainnya. Pada beberapa modul CDI yang tersedia dipasaran ada yang menggunakan metode polaritas terbalik dalam membangkitkan tegangan, dan dalam kasus ini modul CDI yang akan kita buat tidaklah cocok.
Saya sebagai penulis artikel ini tidak bisa menjamin bahwa modul CDI ini mampu bekerja pada semua jenis mesin. Namun, karena modul CDI ini menggunakan komponen murah dan tersedia banyak dipasaran, mungkin anda patut untuk mencobanya dari pada harus mengeluarkan uang lebih banyak untuk menebus modul CDI original.

Bagaimana Modul CDI ini Bekerja?
Gambar 1 menunjukan hubungan pengkabelan yang umum pada sistem pengapian CDI. Generator (Dinamo) menghasilkan tegangan tinggi untuk mengisi kapasitor didalam modul CDI, sedangkan kumparan pemicu (Trigger Coil) memberikan sinyal untuk membuang muatan tegangan tinggi yang sudah tertampung pada kapasitor menuju ke koil pengapian (Ignition Coil). Sebuah saklar (Kill Switch) digunakan untuk menghentikan pasokan tegangan tinggi dari generator agar sistem pengapian berhenti bekerja. Saklar ini bekerja dengan membuang tegangan tinggi dari generator menuju ke masa.
Gambar 1 Skema Dasar Modul CDI
Gambar 1. Skema Dasar Modul CDI
Gambar 2 menunjukan cara kerja modul CDI. Sistem pengapian CDI terdiri dari komponen utama sebagai berikut; Ignition Coil, sebuah Kapasitor (C1), dan sebuah Silicon Controlled Rectifier (SCR). SCR digunakan sebagai saklar utama. Ia memiliki impedansi tinggi sampai akhirnya tegangan kecil dari Trigger Coil (biasa disebut pulser) memicu gate (gerbang) dan katoda (Cathode). Tegangan dari Trigger Coil memicu gate dan mengaktifkan SCR sehingga tegangan mengalir dari anoda menuju ke katoda. SCR adalah layaknya diode yang bersifat semiconductor. Setelah dipicu, maka SCR kembali nonaktif hingga arus yang mengalir jatuh hingga mendekati nol.
Gambar 2 Skema Sederhana Modul CDI
Gambar 2. Skema Sederhana Modul CDI
Pada mulanya, SCR tidak aktif dan kapasitor C1 kosong. Tegangan positif dari generator kemudian mengisi C1 melalui D1 dan lilitan primer koil (Primary Winding). Aliran arus digambarkan dengan garis putus warna merah (Charge Current Ic)
Ketika SCR dipicu oleh Trigger Coil (pulser) sehingga ON, arus mengalir kembali melalui lilitan primer (Primary Winding). Aliran arus digambarkan dengan garis hijau putus-putus (Discharge Current ID). Saat terjadi pengosongan cepat (Fast Discharge) pada kapasitor (C1), ini mengakibatkan lilitan sekunder terinduksi sehingga tegangan tinggi pun terjadi pada ignition coil, tegangan tinggi mengalir menuju ke busi (Spark Plug) dan terjadilah percikan bunga api.
Setelah busi berhenti memercik, arus balik yang terjadi dimanfaatkan untuk mengisi ulang kapasitor C1 melalui dioda D2. Biasanya, generator mampu membangkitkan arus sekitar 1A untuk pengisian kapasitor dengan tegangan sekitar 350V. Jika C1 sebesar 1mF, maka dibutuhkan waktu pengiasan sekitar 350 milidetik - lebih cepat dibanding waktu yang diperlukan untuk percikan bunga api, bahkan pada mesin dengan kecepatan tinggi sekalipun.

Tidak Ada Percepatan RPM
Hal ini harus diperhatikan bahwa Modul CDI ini tidak disertai percepatan RPM, dan ini berarti pula bahwa Trigger Coil (pulser) memberikan waktu picu yang relatif tetap, ini adalah hal umum pada mesin bensin berkapasitas kecil. Beberapa mesin yang menggunakan sistem percepatan RPM menggunakan trigger coil dan bentuk desain inti medan magnet khusus. Hal ini dengan tujuan untuk memberikan waktu percikan yang sesuai dengan tingkat percepatan RPM mesin. Peningkatan percepatan RPM bisa dicapai oleh modul CDI dengan mendesain inti Trigger Coil berbentuk tangga (berjenjang) sehingga menciptakan celah (gap). Celah yang lebih lebar merupakan waktu picu awal (leading) dan yang memiliki celah sempit merupakan waktu picu lanjutan (trailing). (Lihat Gambar 3)
Gambar 3 Pulser Gap
Gambar 3 Pulser Gap
Pada saat kecepatan rendah pengelolaan tegangan coil yang diperlukan di picu dari sisi trailing (celah sempit) pada medan magnet dan kemudian bertahap sesuai dengan percepatan mesin, sisi leading (celah lebar) akan mampu memicu induksi tegangan lebih cepat untuk menaikan waktu percikan. (Lihat Gambar 4)
Gambar 4 Grafik Celah Pulser
Gambar 4. Grafik Celah Pulser
Pada modul CDI versi lainnya menggunakan sistem pengajuan elektronik namun ini membutuhkan daya tambahan untuk sirkuit. Rangkaian jenis ini biasanya hanya digunakan pada Modul CDI bersumber tegangan baterei (DC).

Rincian Sirkuit
Susunan rangkaian yang paling sederhana untuk modul CDI diperlihatkan pada Gambar 5. Tegangan dan lilitan pembangkit (Generator) mengisi kapasitor C1 (dan C2) melalui dioda D1 dan mengalir menuju lilitan primer. Sedangkan D2 seperti dijelaskan diatas digunakan untuk mengalirkan arus balik dari ignition coil setelah kapasitor kosong.
Gambar 5 Skema Rangkaian Modul CDI Lengkap
Gambar 5. Skema Rangkaian Modul CDI
Dua resistor 1mw dirangkai seri pada kedua kaki kapasitor (C1) yang digunakan untuk mengosongkan kapasitor jika SCR tidak nonaktif. Ini digunakan sebagai fitur keamanan yang mencegah kejutan listrik ketika anda menghubungkan kapasitor. Dibutuhkan sekitar 2 detik untuk pengosongan total kapasitar pada kapasitor hingga mencapai nilai aman.
Telah disediakan tempat penyimpanan 2 kapasitor (discharge) pada PCB yang bisa anda unduh pada link dibawah, yaitu untuk posisi C1 dan C2. Kita biasa menggunakan dua kapasitor 0.47mf atau dua kapasitor 1mf. Sebuah kapasitor dengan kapasitas tinggi akan menghasilkan energi percikan yang lebih baik dan lebih besar, asalkan lilitan pembangkit (generator) mampu mengisi kapasitor dengan maksimal dalam waktu yang diperlukan.
Pulser memberikan sinyal untuk memicu SCR. Ketika tegangan positif mengalir dari pulser, maka asupa tegangan akan memicu gate SCR melalui resistor 51 ohm dan dioda D3 (pada gambar rangkaian tertulis D5). D3 mencegah tegangan balik dari gate sedangkan resistor 51 ohm membatasi tegangan yang mengalir ke gerbang agar mengalirkan nilai tegangan aman. Sebuah resistor 1k ohm berfungsi untuk menghubungkan gate ke ground (masa) hal ini untuk mencegah pemicu palsu, sedangkan kapasitor 100nF digunakan sebagai filter noise dan transien yang dapat menyebabkan SCR terpicu pada waktu yang salah.
Sebuah saklar (kill switch) digunakan untuk mematikan generator dengan cara mengalirkan arus ke ground sehingga motor berhenti beroperasi.

Penyempurnaan Sirkuit
Rangkain serderhana pada Gambar 6 sebenarnya sudah mampu bekerja dengan baik, namun tambahan sirkuit mampu meningkatkan kinerja modul CD sehingga lebih konsisten. Rangkaian disempurnakan seperti pada Gambar 7.
Gambar 6 Skema Sederhana - Dasar
Gambar 6. Skema Sederhana
Gambar 7 Skema Lengkap
Gambar 7. Skema Lengkap
Dioda D4 ditambakan pada aliran tegangan utama dari Generator sehingga terhindar dari pengaruh tegangan negatif pada lilitan pembangkit hingga kurang dari 0,7 Volt. Tanpa D4, anoda dari dioda D1 dapat terganggu tegangan -350 Volt dari fluktuasi negatif generator. Jika fluktuasi terjadi berarti dioda D1 dapat menerima tegangan lebih dari 700 Volt apabila kapasitor hanya mampu menerima beban +350 Volt.
Jika D1 memiliki kemampuan 1000 Volt, D4 digunakan untuk sebagai pengendali tegangan diatas maksimum yang bisa saja terjadi, sehingga tegangan yang mengalir ke dioda D1 akan stabil pada kisaran 350 Volt, hal ini berarti mengurangi kemungkinan kerusakan pada dioda.
Pemicu pada rangkaian ini juga telah ditingkat melalui dua cara, yaitu:
Pertama, dengan ditambahkan sebuah kapasitor 10mF secara seri pada gate dari SCR. Kapasitor ini mencegah pemicu palsu karena ketidakseimbangan DC dari pulser yang mungkin saja kelebihan positif dari seharusnya karena sisa kemagnetan pada inti lilitan pembangkit. Resistor 1k ohm dipasang paralel pada kapasitor yang digunakan untuk mengosongkan muatan pada kapasitor yang bisa saja muatan sisa tersebut cukup tinggi hingga bisa memicu SCR. Dioda D5 mencegah kapasitor 10mF dari pengisian polaritas terbalik yang datang ketika pulser menghasilkan tegangan negatif.
Kedua, ditambahkan sebuah Negative Temperature Coefficient (NTC) pada gate SCR. Thermistor (nama lain NTC) ini mengurangi resistansi secara bertahap sesuai dengan peningkatan suhu, ini digunakan untuk mengimbangi penurunan kebutuahn picuan pada SCR (baik tegangan dan arus) pada suhu yang lebih tinggi. Secara efektif, thermistor NTC membagi tegangan dengan resistor 51 ohm. Pada suhu 25oC, thermistor adalah 500 ohm sehingga melemahkan sinyal dari kumaparan pemicu hingga 91%. Namun pada suhu 100oC, nilai resistansi thermistor NTC mencapai 35 ohm dan sinyal picu dibagi sebesar 41% dari nilai yang dihasilkan Pulser.
Pengelolan dalam tingkatan sinyal dilakukan untuk menyetel SCR dengan mengurangi tingkatan kebutuhan picu pada temperatur tinggi. Ketika terjadi kenaikan suhu, sinyal akan lemah sebagai konsekwensinya, maka SCR dan pulser bekerja pada tegangan yang sama dalam rentang temperatur yang lebih luas. Tanpa thermistor, SCR akan mengalami perubahan waktu (timing) akibat perubahan suhu.

Pengujian Generator
Terkadang generator tidak mampu bekerja dengan baik hal ini mungkin saja karena terjadi korsleting atau kabel terputus. Kita dapat menguji generator dengan mengukur resistansi pada ujung lilitan pembangkit, yaitu antara ujung output dan ground. Lilitan yang baik harus memiliki tahanan atau resistansi kurang dari 200 ohm. Pada dasarnya korsleting (hubungan singkat) memang sulit diperiksa kecuali kita menggunakan alat khusus pengujian korsleting. Atau kita bisa memeriksanya secara langsung menggunakan multimeter dengan cara menghubungkan multimeter pada output dan ground kemudian hidupkan mesin untuk mengetahu berapa besar tegangan yang dihasilkan. Pastikan bahwa tegangan yang dihasilkan tidak kurang dari 300 Volt AC. Hati-hati jika melakukan pengukuran saat mesin hidup, karena tegangan yang dihasilkan generator cukup untuk membuat kejutan (sengata) pada tubuh manusia.
Jika anda tidak ingin mengambil resiko yang terlalu besar, cukuplah putar mesin dengan cara di engkol atau di starter, dan pastikan bahwa tegangan yang dihasilkan generator dengan cara ini berkisar pada 50 Volt AC. Jika anda memiliki osiloskop, pastikan bahwa gelombang tegangan dapat diukur dengan pengesetan probe pada 10:1.
Perhatikan dengan baik mengenai polaritas tegangan. Kapasitor yang digunakan pada modul CDI ini menggunakan tegangan positif untuk mengisinya sebelum sinyal pemicu terjadi. Jika tegangan generator adalah negatif sebelum terjadi picuan, maka modul CDI ini tidak cocok untuk mesin tersebut. Untuk pemeriksaan polaritas ini kita bisa menggunakan multimeter yang di set untuk pemeriksaan DC Volt, ukur beda potensial tegangan pada kaki anoda SCR, tegangan pada kaki anoda SCR haruslah positif sebelum gate di picu, dan menjadi negatif ketika gate sudah dipicu.

Pengujian Trigger Coil (Pulser)
Pengujian pulser dapat dilakukan seperti halnya memeriksa generator (misal, pengukuran tegangan pada katoda D5 dengan ground kemudian putar mesin). Tegangan yang dihasilkan memang sangat kecil jika dibandingkan dengan generator. Mungkin dengan metode engkol atau start mesin, tegangan yang dihasilkan oleh pulser hanya berkisar di 1 Volt jika menggunakan multitester yang di set Volt AC. Pengujian sebenarnya haruslah dilakukan dengan modul CDI secara langsung dan perhatikan bahwa modul CDI bekerja baik ketika pulser memicu atau ketika pulser tidak memicu.

TIPS PERBAIKI PRINTER ERROR CODE


Cara Memperbaiki Printer Canon Mp 145/ Mp 160


ERROR CODE CANON MP145/MP160 :
E2-2 = tidak ada kertas (ASF)
E3-3 = Paper jam
E4 = tidak ada tinta/cartridge 
E5-5 = ink cartridges tidak terpasang atau cartirdge yang terpasang salah (tidak compatibel)
E8 = absorber full, atau platen waste ink absorber full mita direset
E9 = hubungan ke digital camera / video camera tidak support
E14 = Ink cartridges whose destination are wrong
E15 = Ink cartridge tidak terpasang E16 - Ink remaining is unknown
E16 -E19 = masalah pada scan head alignment sheet
E22 = Carriage error
E23 = Paper feed error
E24 = Purge unit error (bagian pompa cleaning head)
E25 = ASF(cam) sensor error
E26 = Internal temperature rise error
E27 = ink absorber full or platen waste ink absorber full > reset dengan toolsnya
E28 = Ink cartridge temperature rise error -
E29 = EEPROM error
E33 = Paper feed position error
E35 15 = USB Host VBUD overcurrent error - USB
E37 17 = motor driver tidak normal
E40 20 = hardware lain error
E42 22 = Scanner error
CARA MERESET WASTE INK COUNTER CANON MP160/MP145:
Sebelum mereset lihat dulu pesan error yang terdapat pada lcd printer anda :
cara dibawah ini digunakan untuk memperbaiki printer yang mempunyai pesan ERROR E27


  1. Matikan printer(pastikan kabel power masih terpasang), tekan dan tahan tombol STOP/RESET kemudian tekan dan tahan tombol ON/OFF dan lepas STOP/RESET, 
    kemudian tekan tombol STOP/RESET 2x
  2. Lepaskan kedua tombol, sekarang printer dalam posisi SERVICE MODE (pada LCD printer muncul angka"0")
  3. Setelah lampu on/off berwarna hijau, silahkan tekan tombol STOP/RESET sesuai dengan petunjuk berikut:
    di tekan 1x = lampu Orange nyala >untuk Service pattern print
    di tekan 2x = lampu Hijau nyala >untuk EEPROM print
    di tekan 3x = lampu Orange nyala >untuk EEPROM reset
    di tekan 4x = Lampu Hijau Nyala >untuk Waste ink counter reset
  4. Matikan printer dan cabut kabel POWER.
  5. Hidupkan kembali printer anda

Silahkan Dicoba Dan ajarkan kepada yang belum bias yah thx

Cara membuat laser putih (ditambah 6 warna lain)


Dasar bagian list
2 dari modul Aixiz
1 dari modul "Standstone11" 5mW hijau  
1 dari dioda laser "SenKat" merah (fit ke Aixiz modul
1 dari kereta luncur 803T PHR (fit Blu ray LD ke Aixiz modul)
1 kereta luncur PS3 off (Cobalah ebay)
1 dari Non bekerja modul 5mW hijau DX
 
Tambahan suku cadang yang digunakan dalam membangun
3 off Bubut berbalik adapter
Jika Anda memiliki mesin bubut tidak ada masalah jika tidak ... Anda perlu berimprovisasi, paku keling pop dimodifikasi dapat
akan disesuaikan dengan.
1 dari drive Rkcstr (untuk blu ray)
1 dari drive LM317 DDL (untuk merah)
3 dari RCR123A baterai isi ulang
 
 
Beralih gigi.
1 dari 6 posisi pole 2 saklar rotary
1 off switch DPDT (musim semi di pusat-off-musim semi pada)
 
Ini adalah salah satu cara untuk melakukannya, Anda bisa menggunakan 3 off tombol push
Modding kereta luncur PS3 

  Anda akan perlu untuk menghapus semua optik KECUALI 2 splitter batu nd balik cermin 90 derajat (menghapus semua bit ditandai dengan warna merah)
 
 
  Itu   tiga lubang dilingkari merah di bawah ini perlu dibor ke 5.0mm diameter.
Melihat bagian balok splitter off, dipotong sepanjang garis hijau.
Potong pemegang cermin balik ditandai dalam warna ungu.
 



Cara terbaik adalah untuk menempatkan pelat penutup kecil kembali atas splitter balok agar tetap bersih (tidak ditampilkan).
Mods untuk modul Aixiz
Modul perlu jenis dengan bezel chrome dilepas pada kacang lensa!
 
Untuk menjaga optik lurus modul harus melekat pada menebang kereta luncur menggunakan bezel, adaptor kuningan perlu dibuat yang 5mm di satu ujung dan ukuran lubang di bezel yang lainnya dengan diameter yang lebih besar di antara. Setelah adaptor yang dibuat wajah depan bezel perlu diampelas untuk menghapus plating chrome sehingga bagian dapat disolder bersama-sama, lihat gambar di bawah ini.
 
Bila Anda merakit modul bezel perlu mengacaukan ketat hingga paruh depan modul (logam dengan logam, tidak ada mur lensa plastik menunjukkan) tepat pada titik fokus, ini cukup mudah untuk biru, itu hanya kasus mendapatkan lensa jarak yang tepat dalam panel.
 
 
Merah akan membutuhkan mesin cuci tipis untuk mengambil kesenjangan, saya menggunakan cincin solder tergencet dengan ketebalan yang tepat dalam wakil untuk bisa melakukannya dengan benar.


Modul hijau terbaik untuk pekerjaan adalah jenis yang dijual oleh "standstone11" (Susie) memiliki benang internal yang besar di bagian depan, bagian utama dari adaptor terbuat dari bagian belakang modul hijau DX yang, luar biasa, memiliki thread yang sama!
Lain lengan kuningan kecil perlu mesin agar sesuai seperti yang ditunjukkan.
 
 
Sekali lagi adaptor perlu mengacaukan erat ke modul hijau untuk menjaga hal-hal di baris, ini mudah untuk hijau sebagai fokus sudah ditetapkan.
 
  Pertama uji coba perakitan
Setelah modul yang lengkap dan driver telah menyiapkan Anda dapat mendorong semuanya bersama-sama untuk mendapatkan ide dari seberapa dekat optik yang.
 
The blu ray dan modul merah akan perlu diputar untuk mendapatkan output yang terbaik karena mereka berdua terpolarisasi oleh blok splitter, Anda mungkin perlu men-tweak modul untuk mendapatkan balok bertepatan,
Hijau ini tidak terpolarisasi yang berguna sebagai, seperti hampir setiap hijau yang pernah saya miliki, balok tidak muncul lurus, sehingga Anda akan perlu untuk memutar untuk mendapatkan yang paling cocok dengan balok lainnya.
 
Modul perlu dirakit dengan kereta luncur dengan araldite (atau serupa) sementara dijepit pada posisi yang benar, menghabiskan waktu mendapatkan hak ini karena setelah itu terpaku di sana sedikit kesempatan menyesuaikan itu.
  Anda sekarang harus memiliki perakitan mampu 7 warna yang berbeda!


Membuat pointer
Untuk membuat ini menjadi tangan berukuran cukup memegang saya perlu untuk mengubah output melalui 90 derajat untuk ini saya menggunakan cermin berbalik dari kereta luncur PS3.
 
 
Perlu terjebak ke blok optik seperti ini
 
 
Mempersiapkan blok optik

 
Anda akan mencatat bahwa saya melakukan ini sebelum menempel modul di tempat. Untuk mendapatkan permukaan yang datar untuk me-mount blok prisma Anda akan perlu untuk memotong, bor dan tekuk penutup stainless yang datang dari belakang kereta luncur. Hal ini dengan hati-hati terpaku di tempat dengan Araldite.
 
 
Prisma kemudian terpaku di tempat, saya kabel atas itu LD sementara untuk memastikan bahwa aku menempelkan ini pada lurus, itu diadakan di tempat dengan Araldite.
 
Setelah itu telah kering saya menggunakan beberapa lebih Araldite untuk fillet tepi untuk memastikan pemasangan yang kuat.
Powering itu
Anda mungkin memiliki kekhawatiran tentang powering ini sebagai modul tersebut memiliki polaritas yang berbeda: -
  • Hijau positif kasus
  • Red negatif kasus
  • Blu ray baik polaritas  
Saya sarankan untuk menjaga hal-hal sederhana yang Anda berikan hijau dari satu set baterai (3.6V) dan sinar merah / blu dari satu set (7.2v). Jika Anda pergi rute ini tidak menghubungkan bagian dari pasokan baik untuk kasus laser jadi dan itu akan bekerja dengan baik.

Wiring diagram
Baterai pemegang
Saya memutuskan untuk menggunakan 2 pasokan sehingga membangun sebuah dudukan baterai untuk 2off  RCR123A dan 1off CR123A, itu dibuat dari sepotong tabung plastik dipotong di tengah.
 
Spacer dipotong dari bekas plastik
Kontak potongan-potongan aneh lembar kuningan
1 musim semi datang dari modul hijau
Yang lainnya hanya mengetuk sekitar
 
Seluruh banyak disusun dengan superglue dan Araldite.
 
 
Hal ini akan bekerja sama untuk memberikan ini ....

  

Sejarah, Cara Kerja Sinar Laser dan Fungsinya


Ilustrasi cara kerja sinar laser dapat
:
Laser atau Light Amplification by Stimulated Emission of Radiation punya arti pembesaran pada intensitas cahaya yang dihasilkan oleh pancaan. Sistem dan cara kerja sinar laser dapat dipakai untuk berbagai macam tujuan. Salah satu contohnya adalah untuk pertunjukan musik, alat baca pada kode harga yang ada di pasar modern atau swalayan, membuat sistem keamanan pada suatu gedung dan sebagainya.

Sejarah Sinar Laser

Albert Einstein merupakan orang pertama yang dianggap sebagai penemu sistem dan cara kerja sinar laser. Saat masih hidup dia pernah menyatakan cahaya itu tidak hanya berupa gelombang  elektromagnetik saja tapi mengandung muatan partikel serta energi yang dikenal dengan nama radiasi. Hanya saja ketika itu pernyataan Albert Einstein masih berupa teori saja.

Tapi saat perang dunia kedua berkecamuk, laser mulai sering dipakai oleh pihak militer, seperti sebagai media untuk mengembangkan radar. Pada waktu yang bersamaan ada tiga orang ilmuan yaitu James Gordon., Herbert Zeiger dan Charles H. Townes berhasil menciptakan laser dari gas amoniak yang di tahun 1954 mulai dipublikasikan.

Beberapa waktu kemudian ilmuwan lain dari Uni Soviet yaitu Alexander Prokhorov dan Nikolai Basov mengembangkan penemuan tersebut. Selanjutnya pada tahun 1960 cara kerja sinar laser berhasil disempurnakan oleh Theodore Maiman. Dia memakai silinder dari batu ruby yang dapat menghasilkan sinar laser. Penemuannya ini dinamakan Ruby Laser. Sejak saat inilah pemakaian sinar laser mulai mengalami peningkatan.

Perkembangan sangat signifikan terjadi tahun 1962 saat Robert Hall yang bergabung dengan General Electric berhasil membuat laser jenis semi konduktor dan punya ukuran kecil. Kelebihan laser ini yaitu tidak membutuhkan biaya yang begitu besar dalam proses pembuatannya. Hingga sekarang cara kerja sinar laser hasil ciptaan Robert Hall ini masih sering diaplikasikan pada VCD player, drive CPU di komputer, printer dan sebagainya.

Selanjutnya tahun 1970 terjadi penemuan baru yang lebih revolusioner. Dua orang ilmuwan yang bernama George Hockman dan Charles Kao berhasil menciptakan sistem baru yang saat ini lebih sering dinamakan dengan fiberglass atau serat optik. Mereka berdua memang tidak menciptakan laser tapi hasil penemuan tersebut punya fungsi yang sangat penting untuk menjalankan aplikasi pada sinar laser.

Sebagaimana diketahui, serat optik sering dipakai untuk berbagai macam tujuan terutama yang punya kaitan dengan teknologi komunikasi. Teknologi komunikasi tersebut merupakan pengguna paling besar terhadap cara kerja sinar laser. Dan dua hasil penemuan yaitu serat optik dan laser bisa dikatakan sebagai dua jenis penemuan yang bisa saling memberi dukungan. 

Prinsip dan Cara Kerja Sinar Laser

Laser adalah suatu sumber cahaya koheren yang sifatnya monokromatik dan selalu lurus. Teknik dan cara kerja sinar laser ini terdiri dari dua cakupan yaitu elektronika dan optika. Sedang para ilmuwan lebih sering menggolongkannya pada bidang elektronika kuantum.

Laser ini sendiri sebenarnya adalah suatu pengembangan teknologi lain yaitu maser, singkatan dari Microwave Amplification by the Stimulated Emission of Radiation. Maser ini sering disebut sebelum penggunaan kata laser jadi lebih populer.

Sistem kerjanya hampir sama tapi bekerja atau bergerak pada gelombang ukurannya berbeda. Apabila laser selalu menggunakan spektrum infra merah hingga ultra ungu, namun maser bekerja dengan sistem memancarkan suatu gelombang elektromagnetik yang ukuran panjangnya kurang lebih 5 sentimeter. Jadi agak pendek dibandingkan sinyal televisi atau UHF. Pancaran sinar yang dihasilkan oleh laser dinamakan laser optik.

Laser bisa muncul karena terjadi suatu proses yang dinamakan relaksasi electron. Ketika proses ini berlangsung, ada beberapa foton yang terlepas secara teratur. Ini berbeda dengan cahaya pada lampu senter atau sejenisnya. Proses pelepasan foton tidak terjadi dengan teratur tapi acak.

Selanjutnya laser tersebut akan memunculkan cahaya atau sinar yang punya ukurang panjang gelombang tertentu. Sedang prosesnya, pertama electron yang posisinya dalam keadaan ground state dalam pita valensi mendapatkan energi, lalu statusnya menjadi naik terhadap pita konduksi atau dalam keadaan eksitasi.

Cara kerja sinar laser selanjutnya, electron sudah muncul lagi pada posisi awal atau ground state yang diikuti oleh foton yang lepas. Agar energi yang diambil cukup besar maka dibutuhkan suatu resonator yang dapat berupa cermin atau lensa. Saat masuk dalam resonator, foton yang terlepas ini saling memantulkan cahaya pada dinding resonator hingga punya daya yang sanga kuat untuk meninggalkannya.

Sinar pantulan atau laser yang kuat inilah yang kemudian dipakai untuk alat potong, seperti laser CO2. Sistem dan cara kerja sinar laser yang baik yaitu yang punya tingkat pelebaran rendah tapi punya energi foto yang tinggi. Hasil tersebut akan menciptkan sinar atau cahaya yang lebih baik dan sempurna.

Fungsi Sinar Laser

Teknologi dan cara kerja sinar laser bisa diaplikasikan untuk aneka macam keperluan. Misalnya laser pointer yang digunakan untuk melakukan presentasi, atau laser untuk meluruskan arah dan target tembakan. Selain itu sinar laser juga sering dipakai sebagai alat pemotong yang pada saat ini telah banyak diaplikasikan di pabrik-pabrik elektronik dan baja.

Lalu ada lagi laser yang dinamakan hair removal, dipakai untuk menghilangkan atau memotong rambut. Bahkan ada laser untuk menyembuhkan luka atau sakit. Sedangkan fungsi lain dari sinar laser antara lain adalah:

1.    Spektroskopi, yaitu suatu teknik yang dipakai dengan tujuan melakukan analisa sebuah bahan dengan FTIR atau Fourier Transform Infra Red. Dengan sistem tersebut tingkat atau ukuran serapan sebuah bahan bisa diketahui. Selanjutnya bahan yang ukuran serapannya sudah dapat diketahui ini akan dicocokan dan dibandingkan dengan table. Dari sini kemudian peneliti bisa mengetahui material apa saja yang berada dalam kandungan bahan tersebut.

2.    Material prosessing, lebih sering diaplikasikan sebagai alat pemotong. Jenis laser yang paling sering digunakan untuk mencapai tujuan ini yaitu laser CO2.

3.    Mengukur jarak, misalnya jika ingin mendapatkan informasi tentang ukuran jarak dari bumi sampai ke bulan, maka dengan mengaplikasikan cara kerja sinar laser dapat diketahui ukuran kecepatan cahayanya. Dari kecepatan cahaya ini kemudian jarak antara bumi dan bulan dapat ukurannya dengan lebih akurat.

4.    Pendingin yang menggunakan suatu teknik yang dinamakan atom traping. Caranya pertama atom dimasukan dalam kotak. Namun kotak tersebut sebelumnya telah disusun dalam medan listrik dan magnet. Setelah itu kotak tersebut melakukan proses radiasi pada ukuran panjang gelombang yang akan keluar. Berikutnya proses pengeluaran gelombang ini dilambatkan dan sinar akan menjadi dingin. Proses seperti ini sering disebut Bose Einstein Condensate.

5.    Di bidang pengembangan elektronika, cara kerja sinar laser juga sering diaplikasikan dengan tujuan untuk menyimpan memori yang dinamakan memori optik dalam perangkat komputer. Jenis laser yang sering digunakan adalah laser solid state yang ukurannya kecil.

6.    Di bidang teknologi komunikasi, laser juga sering difungsikan untuk membuat cahaya jadi lebih kuat. Cahaya yang makin kuat ini membuat sistem komunikasi dapat mengirim gambar atau suara dengan baik menggunakan serat optik.

7.    Kemudian di bidang kesehatan atau kedokteran, laser dapat dipakai dengan berbagai macam tujuan. Misalnya melalukan diagnosa suatu penyakit, mengobati, operasi bedah dan lainnya.

Sinar laser bisa dipakai untuk berbagai macam tujuan. Orang yang pertama kali mengemukakan  sistem dan cara kerja sinar laser adalah ilmuwan Albert Einstein. Setelah itu banyak diciptakan berbagai jenis pengembangan oleh ilmuwan lain. Dan setelah mengalami kemajuan yang sangat pesat, fungsi laser makin bertambah banyak, tidak hanya untuk kepentingan militer saja seperti saat pertama kali teknologi ini ditemukan.

Membuat LASER PEMBAKAR dari ( DVD-RW bekas )


Hallo kawan-kawan pada kesempatan kali ini saya akan memposting tutorial tentang membuat laser pembakar dari DVD rw bekas bahan-bahannya adalah senter,DVD Rw ,Solder,dan Timah ingat laser pembakar ini berbahaya jauhkan dari jangkauan anak-anak dan jangan mengarahkannya kepada manusia dan hewan oke ???

ingat perbuatan kita harus di pertanggung jawabkan ,contoh laser ini berbahaya lihat pada gambar berikut.



 Oke, langsung mulai aja !!!

pertama a bongkar dvd RW bekas kita


lalu kita ambil optic yg berada di tengah-tengah.


lalu kita lepas kan optic dari tempatnya.


setelah di lepaskan bentuknya akan seperti gambar dibawah ini.


lalu setelah dilepas kita harus mengetahui mana positiv dan negatifnya gambar dibawah ini akan menjelaskan ,ingat kaki yg akan kita gunakan hanya kaki positiv dan kaki negatif.



lalu selanjutnya kita buka senter seperti gambar dibawah ini.


lalu selanjutnya kita masukan optical tadi ke senter yang telah kita buka ingat kutub positi dan negatif sudah disambungkan persis seperti lampu senter sebelumya positif dari optical kita sambungkan ke positif batre begitu juga dengan negatif optical ke negativ batre.


lalu kita tutup senter kita dan optical sudah berada pada posisinya.


kita masukan batre 3volt = 1,5volt x 2.


dan selesai laser pembakar kita ,sekarang tingal kita tes/uji OK!.



CARA MEMBUAT ALAT PEMOTONG STYROFOAM (GABUS)




A. Latar Belakang
Penciptaan alat ini didasari atas ketidak tersediaan alat yang dapat dipakai untuk memotong gabus (sterofom, styrofom) di pasaran, kalaupun ada hanya terbuat dari alumunium dan harganya masih cukup mahal dan ada juga hanya alat yang kecil dengan catu daya dari baterai dan alat tersebut sangat tidak efesien untuk pengerjaan yang banyak. Gabus (styrofoam) dapat digunakan sebagai penghias atau karya anak-anak atau sebagai penghias dan pembuatan letter timbul dalam suatu acara misalnya acara pesta, pameran dan bazar.

Alat ini dipergunakan sebagai pengganti alat pemotong yang terbuat dari pisau cutter, gergaji multipleks. Atau alat sejenisnya yang kurang tepat dan kurang baik dalam segi hasil pemotongan dibandingkan dengan alat ini.

Nah berikut kita ajak untuk membuat sendiri alat tersebut; caranya sebagai berikut:

B. Bahan dan Alat
1. Travo 3 A (tansformer) 1 buah
2. Swit on/off 1 buah
3. AC Line In (sourse) 1 buah
4. Lampu LED (light Emiting Diode) warna merah 1 buah
5. Lampu LED (light Emiting Diode) warna kuning 1 buah
6. R (Resistor) 100 KΩ 1 buah
7. Kabel ganda 0,50 2 meter
8. Besi plat 0,5 meter
9. Kawat Baja 0,5 mm (tali gitar no. 1) 1 buah
10. Tripleks ketebalan 1 cm ukuran 30 X 10= 2 lembar
11. Tripleks ketebalan 1 cm ukuran 40 X 10= 2 lembar
12. Tripleks ketebalan 1 cm ukuran 30 X 40= 1 lembar
13. Paku 0,5 inchi secukupnya
14. Lem secukupnya
15. Paku ulir 0,75 inchi secukupnya


C. Cara Pembuatan

Langkah Pertama:
1. Tripleks ketebalan 1 cm ukuran 30 X 40 CM, triplek ketebalan 1 cm ukuran 40 X 10 cm dan ketebalan 1 cm ukuran 30 X 10 cm, disatukan sehingga menjadi kotak.
2. Lalu pasang besi plat dibuat leter L sebagai penyangga kawat baja 0,5 mm (kawat senar gitar no. 01).
3. Pasang kawat baja 0,5 mm kedalam besi penyangga dan didalam kotak yang telah dirangkai

Langkah Kedua
1. Buat pelubang agar kawat baja 0,5 dalam hal ini dipakai kawat gitar no. 1, agar tali kawat tersebut dapat tembus kedalam sehingga dapat dihubungkan dengan travo.
2. Hubungkan semua komponen yang ada dengan solder dan pastikan bahwa pemasangan dilakukan dengan hati-hati dan akurat sesuai skema gambar terlampir.
3. Pastikan bahwa semua komponen terpasang dengan benar dan sebelum dicoba dengan arus listrik, cobalah dengan menggunakan multitester dan cek apakah semua berjalan dengan benar.

D. Cara Penggunaan
1. Sediakan tempat kerja yang bersih dan bagus
2. Pastikan bahwa gabus yang akan dipotong tersedia
3. Pasang AC Line ke dalam saklar AC, lalu pastikan bahwa indikator Lampu sourse menyala yang ditandai dengan warna merah.
4. Tekan tombol Swith On dengan indikator lampu hijau menyala
5. Pasangkan gabus yang telah tersedia kedalam tali kawat maka gabus akan terpotong
6. Setelah selesai matikan tombol Swith Off dengan indikator lampu hijau mati.

bentuk sederhana alat pemotong gabus

skema pemasangan komponen bagian dalam alat pemotong gabus
Flag Counter